Home » , » Keistimewaan Wanita Salafiyyah

Keistimewaan Wanita Salafiyyah


Oleh: Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’iy –rohimahulloh-
Bismillah.

Diantara keistimewaan wanita salafiyyah ialah:


1.   Wanita tersebut akan berpegang teguh dengan kitab Alloh dan sunnah rosul-Nya shollollohu ‘alaihi wa sallam dalam koridor yang dia mampu berdasarkan pemahaman kaum salaf yang sholeh.

2.   Dia akan bermu’amalah dengan kaum muslimin dengan mu’amalah yang baik, bahkan dengan orang-orang kafir sekalipun, karena Alloh Azza wa Jalla telah berfirman:
ﭿ  ﯦ    ﯧ  ﯨ  البقرة: ٨٣
“Dan berkatalah kepada manusia dengan perkataan yang baik.” (Qs. Al-Baqoroh: 83)

Dan Alloh berfirman juga:
ﭿ ﯠ  ﯡ  ﯢ       ﯣ  ﯤ  النساء: ٥
“dan berkatalah kepada mereka dengan ucapan yang baik.” (Qs. An-Nisaa: 5)

Dan Alloh berfirman juga:
ﭿ  ﭨ  ﭩ  ﭪ  الأنعام: ١٥٢
 "Dan apabila kamu berbicara maka berbuat adil-lah." (Qs. al-An'aam: 152)

Dan Alloh subhanahu wa ta'ala  berfirman:
ﭿ   ﭒ  ﭓ  ﭔ  ﭕ  ﭖ  ﭗ  ﭘ  ﭙ   ﭚ  ﭛ  ﭜ  ﭝ  ﭞ  ﭟ  ﭡ  ﭢ  ﭣ   ﭤ  ﭥ  ﭦ  ﭧ  ﭨ  ﭪ  ﭫ  ﭬ  ﭭ  ﭮ  ﭰ   ﭱ  ﭲ   ﭳ  ﭴ  ﭵ  ﭶ        ﭷ  ﭸ  ﭹ  ﭺ  النساء: ١٣٥
"Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian para saksi bagi Alloh yang berdiri dengan keadilan sekalipun kepada diri-diri kalian sendiri, atau kepada kepada kedua orang tua kalian, kerabat kalian. Dan jika dia kaya atau pun miskin maka Alloh lebih tahu kemashlahatannya, maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu sehingga kalian berpaling (dari keadilan). Dan jika kalian memutar balikkan (kata) dan enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Alloh maha mengetahui apa yang kalian perbuat." (Qs. an-Nisaa: 135)

   3. Juga diwajibkan atas muslimah untuk teguh dalam berpakaian dengan pakaian yang Islami dan menjauhkan diri dari menyerupakan diri dengan musuh-musuh Islam, diriwayatkan oleh imam Ahmad di dalam Musnad-nya dari hadits Abdulloh Ibnu Umar rodhiallohu 'anhuma beliau berkata, bersabda rosululloh shollollohu 'alaihi wa sallam:

{مَنْ تَشَبَّهَ بِقَومٍ فَهُوَ مِنْهُمْ}

"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia tergolong dari mereka."

Dan Robbul 'Izzah berfirman tentang masalah pakaian:
ﭿ ﮝ  ﮞ  ﮟ  ﮠ  ﮡ  ﮢ  ﮣ  ﮤ    ﮥ  ﮦ  ﮧ  ﮩ  ﮪ  ﮫ  ﮬ  ﮭ  ﮮ  ﮰ   ﮱ  ﯓ  ﯔ  ﯕ  الأحزاب: ٥٩
"Wahai nabi, katakan kepada istri-istrimu, anak-anak gadismu, dan para wanita mu'minin agar mereka menjulurkan jilbab-jilbab mereka ke tubuh-tubuh mereka, yang demikian itu lebih mudah untuk dikenal sehingga tidak akan diganggu, dan adalah Alloh maha pengampun lagi maha penyayang." (Qs. al-Ahzab: 59)

Dan diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi di dalam kitab al-Jami' nya dari hadits Abdulloh Ibnu Mas'ud rodhiallohu 'anhu beliau berkata, bersabda rosululloh shollollohu 'alaihi wa sallam:

{ المَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتْ اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ}

 "Wanita adalah aurot, dan apabila dia keluar rumah maka syaithon pun akan mengiringinya."

   4. Dan kami nasehatkan kepada para wanita untuk berbuat ihsan (baik) kepada suaminya jika ingin mendapatkan kehidupan rumah tangga yang harmonis, karena nabi 'alaihis sholat was salam bersabda:

{ إِذَا دَعَا الرَّجُلُ اْمرَأَتَهُ إِلىَ فِرَاشِهِ فَأَبَتْ لَعَنَتْهَا اْلمَلَائِكَةُ }

"Apabila suami mengajak istrinya ke ranjangnya kemudian dia menolaknya, maka para malaikat akan melaknatnya."

dan di dalam shohih Muslim disebutkan:

{إِلَّا كَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ غَاضِباً عَلَيْهاَ}

"Melainkan yang ada di langit murka kepada wanita tersebut."

   5. Demikian halnya juga istri harus mengurusi pendidikan anaknya dengan pendidikan yang islami. Dan telah diriwayatkan oleh imam al-Bukhori dan Muslim di dalam kitab Shohih keduanya dari sahabat Abdulloh Ibnu Umar rodhiallohu 'anhuma beliau berkata, telah bersabda rosululloh shollollohu 'alaihi wa sallam:

{كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ } 

"Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya."
dan beliau menyebutkan tentang wanita bahwasanya mereka:

{ رَاعِيَّةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْؤُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا} 

"Sebagai pemimpin di rumah suaminya dan akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya."

Sedangkan di dalam shahih al-Bukhori dan Muslim dari hadits Ma'qil bin Yasar rodhiallohu 'anhu beliau berkata, telah bersabda rosululloh shollollohu 'alaihi wa sallam:

{ مَا مِنْ رَاعٍ يَسْتَرْعِيهُ اللهُ رَعِيَّةً ، ثُمَّ لَمْ يَحُطْهَا بِنُصْحِهِ إِلَّا لَنْ يَجِدَ رَائِحَةَ الجَنَّةِ }

"Tidak ada dari satu pemimpin pun yang telah Alloh serahkan urusan kepemimpinan kepadanya, kemudian dia tidak menjalankannya dengan ketulusannya melainkan tidak akan mendapatkan baunya surga."

Maka tidak sepantasnya untuk disibukkan dengan dakwah di luar pendidikan anaknya.

   6. Sebagaimana mestinya mereka untuk menerima ketetapan Alloh yang lebih mengutamakan kaum laki di atas kaum wanita, Alloh subhanah berfirman:
ﭿ ﮟ  ﮠ  ﮡ  ﮢ  ﮣ  ﮤ  ﮥ  ﮦ  ﮧ  النساء: ٣٢ 
"Janganlah kamu iri hati terhadap apa yang telah Alloh karuniakan kepada sebagian kalian atas sebagian lainnya." (Qs. an-Nisaa: 32)

dan Alloh subhanahu wa ta'ala  berfirman:
ﭿ ﭑ  ﭒ  ﭓ  ﭔ  ﭕ  ﭖ  ﭗ  ﭘ    ﭙ  ﭚ  ﭛ  ﭜ  ﭝ  ﭞ  ﭠ   ﭡ  ﭢ  ﭣ  ﭤ  ﭥ  ﭦ  ﭨ  ﭩ   ﭪ  ﭫ  ﭬ  ﭭ  ﭮ     ﭯ  ﭱ  ﭲ  ﭳ  ﭴ  ﭵ  ﭶ   ﭸ    ﭹ  ﭺ            ﭻ  ﭼ  ﭽ  النساء: ٣٤  
"Kaum laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Alloh telah melebihkan sebagian mereka (kaum laki) atas sebagian lainnya dan oleh karena mereka (kaum laki) telah memberikan nafkah dari harta-harta mereka. Oleh sebab itu wanita yang sholeh ialah wanita yang taat kepada Alloh lagi bisa menjaga dirinya di kala suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah menjaga mereka. Sedangkan wanita yang kamu takutkan akan kedurhakaannya kepada suami maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka dari ranjang-ranjang kalian dan pukullah mereka. Jika mereka mentaati kamu maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka, sungguh Alloh maha tinggi lagi maha besar." (Qs. an-Nisaa: 34)

Sedangkan di dalam kitab shohih al-Bukhori dan Muslim disebutkan dari sahabat Abu Hurairoh rodhiallohu 'anhu beliau berkata, bahwa telah bersabda nabi shollollohu 'alaihi wa sallam:

{ اِسْتَوْصُواْ بِالنِّسَاءِ خَيْراً فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ ، وَإِنَّ أَعْوَجَ مَا فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ بِهِ عِوَجٌ }

"Berikanlah nasehat kepada para wanita dengan kebaikan, karena sungguh mereka tercipta dari tulang rusuk, dan sesungguhnya bagian yang paling bengkok pada tulang rusuk ialah bagian yang teratasnya. Dan jika kamu pergi untuk meluruskannya maka kamu akan mematahkannya, dan jika kamu biarkan dia maka dia akan terus menjadi bengkok."

Maka hendaklah wanita bersabar atas apa yang telah Alloh takdirkan bagi mereka dari pengutamaan kepada kaum laki di atas kaum wanita dan bukan pula berarti menjadikan wanita sebagai budaknya. Rasululloh shollollohu 'alaihi wa sallam bersabda -sebagaimana terdapat dalam al-Jami' nya imam at-Tirmidzi:

{ اسْتَوْصَواْ بِالنِّسَاءِ خَيْراً ، فَإِنَّمَا هُنَّ عَوَانٌ عِنْدَكُمْ ، لَاتَمْلِكُونَ مِنْهُنَّ غَيْرَ ذَلِكَ أَلَا وَإِنَّ لَكُمْ فِي نِسَاءِكُمْ حَقًّا ، أَلاَ وَإِنَّ لِنِسَائِكُمْ عَلَيْكُمْ حَقًّا ، فَحَقُّكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لَا يُوطِئَنَ فُرْشَكُمْ مَنْ تَكْرَهُونَ وَلاَ يَأْذَنَّ فِي بُيُوتِكُمْ مَنْ تَكْرَهُونَ ، وَحَقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَنْ تَحْسِنُواْ إِلَيْهِنَّ فِي طَعَامِهِنَّ وَكِسْوَتِهِنَّ }

"Berikanlah nasehat yang baik kepada wanita, karena mereka hanyalah bagaikan tawanan di sisi kalian, yang kalian tidak dapat menguasai mereka selain dari itu. Ketahuilah bahwa sungguh kalian memiliki hak pada istri-istri kalian, ketahuilah bahwa sungguh bagi istri-istri kalian atas kalian ada hak. Maka hak kalian atas mereka adalah agar mereka tidak memperbolehkan ada yang tidur di ranjangnya dari orang-orang yang kalian tidak sukai dan mereka tidak boleh memberikan ijin masuk ke dalam rumah-rumah kalian orang-orang yang kalian benci, sedangkan hak mereka atas kalian ialah agar kalian berbuah baik kepada mereka dalam hal pangan dan sandang."

Dan disebutkan di dalam kitab-kitab sunan dan musnad imam Ahmad dari sahabat Mu'awiyah bin Haidah,

{أَنَّ رَجُلاً قَالَ : يَا رَسُولَ اللهِ مَا حَقُّ زَوْجِ أَحَدِنَا عَليَهِ ؟ قَالَ : ” أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا أَطْعَمْتَ ، وَتَكْسُوهَا إِذاَ اْكتَسَيْتَ ، وَلاَ تَضْرِبِ الوَجْهَ وَلاَ تَقْبَحْ ، وَلاَ تَهْجَرْ إِلَّا فِي الْبَيْتِ}

"bahwasanya ada seseorang berkata kepada nabi: Wahai rosul Alloh, Apa hak istri dari salah satu kami atas dirinya? Beliau menjawab: Kamu beri makan dia jika kamu makan, dan kamu beri pakaian padanya jika kamu berpakaian, namun jangan kamu pukul wajahnya dan jangan kamu kutuk, dan jangan kamu asingkan dia kecuali di dalam rumah."

Maka apakah yang harus dilakukan -barokallohu fikum-, maka seharusnya kita semua saling tolong menolong dalam kebaikan, seorang laki dia harus memperlakukan istrinya dengan perlakukan islami sehingga dapat membantunya untuk mencari ilmu dan membantunya untuk dapat berdakwah kepada Alloh, dan seorang wanita harus memperlakukan suaminya dengan perlakuan islami dan membantunya untuk dapat mencari ilmu dan untuk berdakwah kepada Alloh dan untuk dapat mengatur rumah tangganya, karena sesungguhnya Alloh Azza wa Jalla berfirman:

  ﯭ  ﯮ  ﯯ  ﯰ  ﯲ  ﯳ   ﯴ  ﯵ     ﯶ  ﯸ  ﯹ  ﯻ     ﯼ  ﯽ  ﯾ  ﯿ   المائدة: ٢ 
"Dan saling tolong menolonglah dalam hal kebajikan dan ketakwaan, dan jangan kalian saling tolong menolong dalam hal perbuatan dosa dan permusuhan, dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh amat pedih siksaan-Nya." (Qs. al-Maaidah: 2).

Dan hanya kepada Alloh saja tempat meminta pertolongan.

Disadur dari kitab "Majmu'ul Fatawa an-Nisaaiyyah" karya syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'iy -rohimahulloh rohmatan wasi'atan wa askanahu fi jannatih.

Written by : Muslimah - Berilmu, beramal dan berakhlak karimah

Kami memberikan ijin sepenuhnya kepada Anda yang berminat untuk mengutip sebagian atau keseluruhan dari kontents blog ini dengan tanpa mengurangi, menambahkan atau merubahnya dan dengan tetap memberikan sumber penukilannya. Keluhan bisa Anda alamatkan kepada Kami di: ummu_abduh@yahoo.com

Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

0 komentar:

Posting Komentar