Bismillah.
Muslimah, kita sebagai makhluk yang penuh dengan segala kekurangan dan keterbatasan tentulah tidak menjadikan kita lemah dan putus asa. Karena di balik itu semua tentunya ada hikmah yang dalam yang bisa kita petik untuk bisa kita fahami dan kita maknai dalam kehidupan kita sebagai kaum Hawa.
Alloh ta'ala telah memberikan kita segala keindahan yang membuat pandangan kaum Adam pun tergiur untuk meneliti siapa kita dan bagaimana kita. Dan di sisi lain kita memiliki berbagai kelemahan yang dapat menundukkan kecongkakan dari arti sebuah kecantikan.
Muslimah, wajah kita boleh cantik; paras kita boleh menarik; kelembutan suara kita boleh menuai simpatik; namun toh nabi kita 'alaihi afdholus sholawat wat taslim telah mengingatkan akan sejatinya diri kita di dalam sabdanya yang agung:
مَا رَأَيتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِيْنٍ أَغْلَبُ لِذِي لُبٍّ مِنْكُنَّ (أخرجه مسلم من حديث ابن عمر)
"Aku tidak pernah melihat dari orang-orang yang kurang akal dan agamanya yang lebih banyak dari kalian" [HR. Muslim dari hadits Ibnu Umar]
Tentunya ialah agar kita tidak menjadi congkak dan sombong atas kelebihan yang Alloh ta'ala berikan kepada kita, namun hendaknya kita menyadari bahwa kita pun masih memiliki kelemahan yang amat mendasar yang dengannya Alloh jadikan kaum Adam lebih dari kita kaum Hawa.
Kami tidak sedang mendiskusikan tentang kelemahan-kelemahan kita kaum Hawa di sini sahabat Muslimah, namun yang akan kita angkat dalam pembicaraan ini yang terkait dengan kelemahan kita adalah betapa pentingnya kita mengenal darah haidh yang selalu kan datang sekali pun kita tidak memintanya.
Kita memiliki percontohan yang baik dalam hal ini; di mana keberanian para wanita di masa nabi 'alaihis salam telah mendahului kita, terlebih para wanita kaum Anshor. Dan tentulah hal ini menjadi sebuah karunia bagi kita yang belum tentu memiliki keberanian yang setara dengan mereka, atau paling tidak kita belum tentu terbayangkan dalam benak kita apa yang harus kita hadapi dan lakukan ketika "bulan" telah menghampiri kita sedang kita begitu ingin sekali beribadah kepada-Nya.
Sebagaimana hal ini terekam oleh hati-hati para sahabat nabi 'alaihis sholatu was salam, tentang adanya seorang wanita Anshor dengan "gagah berani"nya beliau menanyakan suatu perkara yang masih menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan, terlebih lagi untuk diungkapkan kepada lawan jenis.
Maka tersebutlah Ummu Sulaim rodhiallohu 'anha, salah seorang wanita Anshor yang menuai banyak pujian dari para wanita di masa itu; oleh karena keberaniannya untuk menanyakan hal yang masih dianggap "tabu" tersebut kepada baginda nabi kita Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam, beliau mengatakan:
يَا رَسُولَ الله ! إِنَّ اللهَ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الحَقِّ، مَاذَا عَلىَ المــَرْأَةِ إِنْ هِيَ اْحتَلَمَتْ؟ فَضَرَبَتْ أُمُّ سَلَمَةَ عَلىَ فَمِهَا وَقَالَتْ: أَوَ تَحْتَلِمُ النِّسَاءُ؟ فَقَالَ لهَاَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بَلْ تَرِبَتْ أَنْتِ يَدَاكِ! نَعَمْ، عَلَيْهَا الغُسْلُ إِذَا رَأَتِ المــَاءَ [أخرجه البخاري ومسلم]
Wahai rosul Alloh! Sesungguhnya Alloh tidak malu dari sebuah kebenaran, apa yang harus dilakukan oleh seorang wanita apabila dia mengalami mimpi basah? Maka Ummu Salamah (istri nabi) menampar bibir Ummu Sulaim dan Ummu Sulaim membalas dengan ucapannya: Bukankah setiap wanita mengalami mimpi basah? Maka nabi shollallohu 'alaihi wa sallam: Justru engkaulah yang keliru (Ummu Salamah)! Betul, wajib baginya untuk manda apabila dia melihat air (mani) padanya. [HR. Bukhori dan Muslim]Maka semenjak itulah para sahabat wanita menyatakan:
نِعْمَ النِّسَاءُ نِسَاءُ الأَنْصَارِ لَمْ يَمْنَعْهُنَّ الحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهْنَ فِي الدِّيْنِ
Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshor karena rasa malu tidaklah menghalangi mereka untuk bisa memahami agama.Ungkapan Ummu Sulaim rodhiallohu 'anha adalah ungkapan yang menurut Ummu Salamah dan Aisyah sebagai ungkapan yang "tabu" yang belum pernah terfikirkan oleh mereka untuk menanyakannya kepada nabi 'alaihis sholatu was salam. Dan justru sebaliknya, para wanita yang hadir di kala itu menertawakan apa yang ditanyakan oleh Ummu Sulaim. Dan nabi tidaklah mengingkari apa yang ditanyakan oleh Ummu Sulaim kepadanya, sehingga ungkapan ini bukanlah ungkapan yang tercela bahkan terpuji pada hakikatnya.
Tetapi sahabat Muslimah, jika kita menengok kepada para wanita di zaman kita sekarang tentulah banyak dari mereka yang tidak memahami urusan "pribadi" mereka, bahkan tidak mengerti hal-hal yang seharusnya mereka mngetahui dan memahaminya; seperti permasalahan haidh dan lain sebagainya.
Oleh karenanya sahabat Muslimah, wajiblah bagi kita untuk mempelajari urusan "pribadi" kita yang terkait dengan persoalan ibadah kita agar jangan sampai ibadah kita salah dan menjadi sia-sia belaka.
Semoga Alloh berikan kekuatan kepada kita semua untuk bisa mempelajari agama yang sempurna ini agar kita bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik dan berarti. Semoga....
[Dinukil dari beberapa sumber]



0 komentar:
Posting Komentar