Home » , » Kebebasan Wanita

Kebebasan Wanita


Khutbah Jumat oleh yang mulia syaikh DR. Sholih Fauzan al-Fauzan hafizhohulloh.
 
Segala puji bagi Alloh yang telah mengutus rosulnya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar; untuk menampakkan agama-Nya di atas agama-agama yang lain semuanya, sekalipun kaum musyrikin membencinya..

Dan aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Alloh semata yang tiada sekutu bagi-Nya; maha suci Alloh dan maha tinggi dari apa yang dikatakan oleh orang-orang zhalim dan para penentang..

Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya; yang jujur lagi terpercaya; semoga limpahan sholawat atas diri beliau dan keluarganya serta para sahabatnya, dan keselamatan yang melimpah hingga hari mereka dibangkitkan.

Selanjutnya:

Wahai segenap manusia! Bertakwalah kepada Alloh, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Alloh memuliakan kaum muslimin dengan agama Islam; dan betapapun mereka berusaha mencari kemuliaan dari selainnya maka Alloh akan menghinakan mereka; sebagaimana dikatakan oleh amirul mu’minin; Umar ibnul Khotthob rodhiallohu 'anhu beliau berkata:
) نَحْنُ أُمَّةٌ أَعَزَّنَا اللهُ بِالإِسلامِ، فَمَهْمَا ابْتَغَيْنَا العِزَّةَ مِنْ غَيْرِهِ أَذَلَّنَا اللهُ! (
Kami adalah ummat yang telah dimuliakan Alloh dengan Islam; dan kapanpun kami mencari kemuliaan dari selain Islam maka Alloh akan menghinakan kami!

Dahulunya bangsa Arab bercerai berai, mereka dahulunya dihinakan, mereka orang-orang lemah; dan tatkala Alloh karuniai mereka dengan datangnya Islam; Alloh kayakan mereka dari kemiskinan dengan Islam , Alloh persatukan mereka dengan Islam setelah mereka bercerai berai, Alloh muliakan mereka dengan Islam setelah sebelumnya terhina, Alloh jadikan mereka kelompok yang besar dari penghuni bumi; bangsa Arabnya maupun non Arabnya.

Maka tatkala orang-orang kafir dan para musuh Islam serta orang-orang munafikin melihat kenyataan tersebut; menjadikan mereka marah dengan kemarahan yang memuncak. Dan mereka berusaha mematikan Islam dari awal kali diutusnya nabi shollollohu 'alaihi wa sallam, dan mereka berlindung dengan berbagai macam tipu daya, akan tetapi Alloh Azza wa Jalla menampakkan agama-Nya, dan memuliakan rosul-Nya, dan menebarkan Islam sekali pun mereka berada di timur dan di barat; dalam keadaan demikian mereka pun putus asa untuk menjatuhkan Islam dari muka bumi secara total, akan tetapi mereka berlindung kepada makar tipu daya mereka! 

Mereka berusaha untuk memalingkan dari jalan Alloh, dan mereka menebarkan kebimbangan kepada orang-orang yang lemah iman dan ilmunya dari kalangan pemuda dan pemudi Islam; sebagaimana yang tersebar sekarang dari berbagai media masa, apakah berupa: koran, radio, televisi, dan lain sebagainya; mereka tebarkan berbagai kerancuan dan kebimbangan untuk menjaring mereka orang-orang yang lemah dari kaum muslimin; hingga kaum muslimin dapat membantu mereka untuk menghancurkan Islam! Dan mereka tidak akan mendapatkannya insya Alloh kecuali kehinaan dan kebinasaan!

Dan Islam akan tetap mulia dengan sendirinya, jelas, dan terang, sekalipun sebagian orang-orang yang menisbatkan dirinya kepada Islam tengah membuat tipu muslihat dengan berbagai propaganda musuh-musuh mereka! Maka mereka tidaklah akan memberikan kemadhorotan kecuali kepada diri-diri mereka sendiri, dan tidak akan memberikan kemadhorotan kepada Islam dan kaum muslimin sedikit pun!
Karena Alloh I telah berfirman:

ﰁ  ﰂ  ﰃ  ﰄ  ﰅ   ﰆ  ﰇ  ﰈ  ﰉ  ﰊ  ﰋ  ﰌ  ﰍ      ﰎ    ﰏ   آل عمران: ١٠٠
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. (Qs. Ali Imron: 100)
Dan Alloh I berfirman:

ﭑ  ﭒ  ﭓ  ﭔ   ﭕ  ﭖ  ﭗ               ﭘ  ﭙ  ﭚ  ﭛ  ﭜ  ﭝ   ﭞ  ﭟ  ﭠ  ﭢ   ﭣ  ﭤ  ﭥ  آل عمران: ١٤٩ – ١٥٠
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dia-lah sebaik-baik Penolong. (Qs. Ali Imron: 149-150)

Dan di antara dari kesia-sian mereka sekarang dari berbagai kekeliruan dan kebimbangan: “problematika wanita”! yang telah mereka jadikan sebagai permasalahan! Dan mereka pun terhadap permasalahan tersebut menjadi sempit! Dan mulailah mereka meneriakkan di berbagai media periklanan, muktamar-muktamar, simposium-simposium, forum-forum diskusi dan lain sebagainya!

Mereka memfokuskan diri kepada permasalahan ini, dan menyibukkan diri di sana,  dan mereka mengarahkan hal ini kepada wanita yang ada di dalam Islam, namun mereka melupakan hal tersebut kepada wanita yang ada di barat! Dan apa yang tengah terjadi di dalam kehidupan mereka yang dalam tekanan kehinaan, kerendahan, dan pelecehan!

Mereka lupakan ini! Mereka mengarahkan anak-anak panah mereka ke arah wanita muslimah hanya dikarenakan mereka tahu bahwa wanita muslimah adalah fondasi keluarga!..Dia adalah fondasi keluarga!

Maka dia adalah bagaikan ratu di rumah, pembina anak-anak, dan dia adalah pemimpinnya di rumah, dan akan diminta pertanggung jawabannya atas kepemimpinannya; apabila mereka berhasil merusaknya maka rumah-rumah (kaum muslimin) pun menjadi rusak! Dan apabila rumah-rumah telah menjadi rusak maka rusak pulalah masyarakatnya! Akan tetapi bagaimana mereka akan mendapatkannya?! Mereka tidak akan mampu (merusaknya) karena daya dan kekuatan Alloh!

Maka kaum muslimin bukanlah orang yang ragu akan agamanya, dan wanita muslimah bukanlah orang yang ragu akan ketetapannya, dan apa yang tengah mereka jalani dari kebaikan, keadilan dan kemuliaan (yang ada dalam islam) yang tidak akan didapatkan oleh wanita mana pun di dunia! Maka wanita muslimah mereka tenang dengan agamanya dan dengan kedudukan mereka yang terkadang menjerat sebagian para wanita yang lemah imannya atau yang goyah imannya, atau lemah akalnya!

Dan sebagaimana dikatakan oleh nabi shollollohu 'alaihi wa sallam :

النِّسَاءُ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِين

"Para wanita adalah orang-orang yang kurang akal dan agamanya." (HR. Muttafaq 'alaihi)

Dan terkadang mereka memangsa sebagian para wanita yang dapat digiring kepada mereka, sehingga mereka pun berbicara dengan lisan-lisan mereka, dan menjadi penyambung lidah atas kerancuan pola pikir mereka! Akan tetapi ini semua hanya akan mengakibatkan kerugian pada diri mereka sendiri, dan tidak akan membahayakan wanita muslimah sedikit pun, dan tidak akan dapat menjadikan kaum muslimin ragu akan agama mereka.

Sehingga mereka merubah haluan dengan berusaha menghilangkan perbedaan yang ada antara kaum laki dengan wanita di dalam Islam! Karena di dalam masyarat kafir dan hewani tidak ada perbedaan antara kaum laki dengan wanita! Sehingga mereka menginginkan Islam membiarkan kebebasan kaum wanita; agar mereka dapat hidup seperti wanita yang ada di dalam masyarakat kafir yang busuk!

  • Sehingga mereka membuat keragu-raguan tentang hijab (jilbab)!
Sehingga bergabunglah bersama mereka sekelompok orang yang ikut berbicara dari bangsa kita! Mereka berbicara dengan bahasa kita! Mereka berusaha membuat keragu-raguan tentang hijab! Dan mereka mengatakan: "Ini merupakan pemaksaan kepada wanita!" dan "pengekangan terhadap kebebasan para wanita!" serta "pelecehan para wanita!" juga "(masalah) hijab ada perbedaan pendapat, dan selama masih ada persilangan pendapat maka para wanita tidak dapat dipaksa dengannya!"

Ya subhanalloh, masalah hijab ada di dalam al-Quranul karim, dan di dalam sunnah nabi, juga menjadi amalan kaum muslimin; sehingga tidak menjadi soal dengan adanya perselisihan pendapat dalam masalah ini; dikarenakan hijab ada di dalam:
  • al-Quran
  • as-Sunnah
  • amalan kaum muslimin
  • kenyataan yang didapat oleh para wanita yang berhijab dalam kehidupannya; dari kemuliaan, kewibawaan, penghormatan, dan pemuliaan yang didapat di masyarakatnya!
Maka jangan kita melihat kepada ancaman mereka, dan tindakan-tindakan buruk mereka, dan apa yang mereka katakan tentang hijab; karena kita yakin akan agama kita.

Dan semuanya merasakan: manfaat hijab, dan kemulian wanita yang berhijab!

Dan semuanya merasakan: hinanya wanita glamour, pengumbar wajah, penebar aurot!

Dan semuanya merasakan ini; bagi mereka yang memiliki akal dan pikiran; terlebih lagi bagi mereka yang memiliki agama dan ilmu!


Maka yang wajib bagi kita ialah agar kita tidak tertipu dengan seruan yang batil ini!

  • Mereka menuntut pekerjaan untuk para wanita!
Seakan-akan para wanita terbuang tidak ada pekerjaan! Kendati mereka telah bekerja dengan pekerjaan yang termulia di dalam masyarakatnya; karena mereka:
telah mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga:
  • mendidik anak-anak
  • memperhatikan kebutuhan rumah tangga
  • menjaga keutuhan rumah tangga
Sehingga mereka adalah pemimpin di rumahnya, yang bertanggung jawab atas kepemimpinannya; mereka laksana ratu di dalam rumahnya, dimuliakan dan dihormati! Dia adalah fondasi rumah tangga yang mulia!

Maka setiap rumah yang islami, dan setiap rumah yang punya rasa malu, juga setiap rumah yang mulia, maka yang mengurusinya adalah seorang wanita yang baik yang mengaturnya!

Ini adalah pekerjaan yang termulia yang dikerjakan oleh seorang wanita! dan dia berhak mendapatkannya! Dan pekerjaan itu tidak bertentangan dengan kemuliaan dan kedudukannya!

Adapun jika dia harus keluar rumah menuju tempat kerjanya, bercampur baur dengan kaum laki, bepergian sendirian! Maka ini akan membuka pintu fitnah baginya, dan merupakan beban yang tak kan sanggup dia pikul; karena dia adalah wanita yang lemah; tidak seperti seorang laki, dan Alloh Azza wa Jalla berfirman:

ﭿ   ﯡ  ﯢ  ﯣ     آل عمران: ٣٦
"Dan laki tidak sama seperti wanita." (Qs. Ali 'Imron: 36)

Maka Alloh membedakan antara kaum laki dengan wanita, dan menjadikan setiap masing-masing dari kedua jenis tersebut pekerjaan yang sesuai; sehingga jika dia tinggalkan tugasnya dan dia ambil tugas milik yang lainnya maka masyarakat akan menjadi tersia-siakan! Dan pekerjaan akan terbengkalai!

Mereka orang-orang yang menyerukan untuk mempekerjakan para wanita, dan menyeru untuk meninggalkan pekerjaan rumah-rumah tangga mereka:
  • Apa yang akan terjadi di rumah?
  • Apa yang akan terjadi pada anak-anak yang tengah mereka titipkan kepada para pembantu, dan di tempat penitipan anak, atau di play gruop-play group -seperti yang mereka sebutkan?!
  • Apa yang terjadi pada pertumbuhan anak-anak jika yang mengasuhnya adalah bukan ibu mereka, bukan orang tua mereka, tetapi yang membangunnya adalah tempat penitipan; seolah-olah mereka adalah anak-anak yatim! Atau seolah-olah mereka adalah anak temuan; yang tidak memiliki ayah kandung?!
  • Ini adalah sebuah fenomena yang tidak dapat diterima oleh akal dan agama mana pun!
Siapa yang akan mengurusi pekerjaan rumah, mana kala suaminya datang, dan datang pula para tamu ke rumah mereka, dan ternyata mereka tidak mendapatkan di dalam rumah ada orang yang bisa mengurusi itu semua seperti yang dikerjakan oleh para wanita yang baik-baik; tidak ada makanan di rumah, tidak ada minuman, tidak ada tempat duduk (yang tertata), tidak ada tempat tidur (yang siap), layaknya rumah para bujangan!

Nantinya rumah akan menjadi hancur (tak terurus)!

Bukankah nantinya mereka akan mendatangkan para wanita dan para pembantu yang lebih banyak jumlahnya dari istri-istrinya, dan mereka tetap tidak bisa mengerjakan pekerjaan ibu rumah tangga!


Kalau pun sekiranya mendatangkan puluhan pembantu; tidak akan bisa mengerjakan pekerjaan mengurusi rumah, dan urusan ibunya anak-anak selamanya!

Kalau pun sekiranya dapat mengerjakan sedikit dari pekerjaan ibu rumah tangga maka di dalam hatinya tidak memiliki kelembutan , tidak pula kasih sayang, dan kecintaan kepada penghuni rumah! Bersamaan dengan itu yang muncul adalah kerusakan dan kejelekan; dari mendatangkan wanita asing dan para pembantu!

Sebagaimana yang kalian ketahui kejadian yang muncul oleh sebab mereka-mereka para wanita asing.

Dan ini semua merupakan akibat yang ditimbulkan dari membiarkan wanita keluar rumah menuju tempat-tempat kerja mereka yang ini bukan merupakan keharusan mereka, dan mereka tidak akan sanggup menunaikannya.

Demi Alloh, sudah berapa yang kalian dengar sekarang ini dari pembantaian-pembantaian yang terjadi di jalanan terhadap para wanita; manakala mereka pergi di akhir malam menuju tempat kerja yang jauh dari tempat tinggalnya menuju kota lain baik ditempuh dalam waktu singkat maupun panjang, kemudian dia kembali di sore hari! Dan banyak lagi bahaya yang menghadang mereka! Dan itu mengerikan!
  • Mengerikan dari sisi: kehormatannya, dan penyekapannya!
  • Mengerikan dari sisi: keselamatannya!
Berapa banyak kejadian yang timbul yang menyebabkan hilangnya para wanita yang banyak!

Dan ini adalah balasan dari Alloh subhanahu wa ta'ala bagi kaum muslimin; mudah-mudahan mereka terbuka! Mudah-mudahan mereka kembali! Mudah-mudahan mereka membiarkan para wanita dengan pekerjaannya yang laik dan sesuai syariat!

Akan tetapi, di mana orang-orang yang berkampanye? Di mana orang yang berpropaganda? Di mana orang yang berorasi? Dan yang melatarbelakangi ini bahwa:

Dalam pekerjaan para wanita ini mengandung unsur ambisi! Ambisi duniawi! Demi beberapa dirham! Oleh karenanya orang-orang ikut andil, atau kebanyakan dari orang-orang tersebut menjilat di belakang beberapa dirham tersebut, sehingga membiarkan istri-istri mereka keluar menuju pekerjaan mereka kendati bahaya telah mengancam mereka! Karena padanya ada beberapa dirham! Wala haula wala quwwata illa billah!

Dan beberapa dirham ini menjadi nilai tukar bagi kemuliaan wanita tersebut! Kehormatannya! Kedudukannya! Dan sebagai nilai tukar bagi pekerjaannya yang tidak dapat dikerjakan oleh selainnya!

Demi Alloh, bukankah banyak dari pemuda muslimin -sekarang-yang memiliki keahlian dengan nilai ijazah yang tinggi; yang tidak bekerja; karena mereka tidak mendapatkan pekerjaan?!

Tapi mengapa suara terus bersahutan untuk mempekerjakan para wanita, dan menyibukkan diri dengan para wanita, sedangkan para laki tidak ada yang mau menoleh kepada mereka (para pemuda yang menganggur, pent), dan tidak ada satu orang pun yang menyuarakan problem mereka?!

Melainkan itu hanyalah langkah dan tipu daya yang digulirkan oleh musuh Islam dan muslimin, yang ditelan oleh anak-anak kaum muslimin yang di dalam hatinya ada penyakit, atau ada keraguan, atau ada kelemahan iman, sehingga mereka meneriakkan hal tersebut, dan berteriak seperti teriakan orang yang tidak dapat mendengar kecuali seruan dan panggilan saja!

Dan mereka meneriakkan suara-suara orang lain seperti burung beo! Mereka tidak berfikir bahwa suara-suara ini dari musuh mereka! Dan suara tersebut yang akan menusuk leher-leher mereka, dan masyarakat mereka!

Tidakkah mereka mau bertakwa kepada Alloh?!

Tidakkah mereka mau kembali kepada akal-akal mereka?!

Tidakkah mereka mau kembali kepada pikiran-pikiran mereka; karena mereka mengira bahwa mereka adalah para pemikir! Dan para pemerhati!

Di mana wawasan mereka, di mana pikiran mereka?!

Itu hanyalah wawasan yang busuk, dan pemikiran yang aneh!


Maka wajib atas mereka untuk bertaubat kepada Alloh, dan kembali kepada jalan mereka yang benar, hendaklah menjadi juru dakwah yang mengajak kepada kebaikan; sebagai pengganti dari juru dakwah yang mengajak kepada kejelekan!

  • Juga mereka menyerukan untuk menghilangkan perbedaan yang ada antara kaum laki dengan wanita!
Di pertemuan-pertemuan, kantor-kantor, di dalam demo-demo mereka, di pertemuan lokal, di kamar-kamar dagang dan lain sebagainya!

Wanita harus berdiri di samping kaum laki, terbuka dari fitnahnya wanita, dari perhiasannya, bersolek!

Mereka menyerukan hal ini karena mereka tahu bahwa ini adalah senjata yang dapat mengoyak-oyak masyarakat!

Padahal Alloh telah mengharamkan ikhthilat  (bercampurnya kaum laki dan wanita).


Oleh karenanya sekali pun dalam hal ibadah; maka seorang wanita jika menunaikan sholat bersama kaum laki berada di bagian belakang mereka, walaupun dia sendirian, dan tidak boleh satu barisan dengan kaum laki, tidak boleh satu barisan dengan kaum laki karena yang demikian akan menimbulkan fitnah!

Jika dalam hal ibadah saja harus demikian, bagaimana jika di tempat bekerja?! Bagaimana dibolehkannya bercampur?!

Jika dalam hal ibadah saja harus demikian, padahal bersama kaum laki yang sholeh yang sedang beribadah kepada Alloh, mengingat Alloh, kaum wanita diperintahkan untuk tidak bercampur dengan mereka; bahkan harus di belakang mereka, bagaimana sekiranya mereka bercampur dengan orang-orang yang kedudukannya tidak sederajat dengan mereka dari agama dan akalnya, dan tidak sebanding dalam rasa kehati-hatiannya?!

Wanita sebagai pembawa fitnah sekali pun bagi orang-orang yang paling bertakwa!

Karena nabi shollollohu 'alahi wa sallam pernah bersabda:

مَا تَرَكْتُ فِتْنَةً بَعْدِي أَضَرُّ عَلىَ الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

"Tidak pernah aku tinggalkan sebuah fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya bagi kaum laki dari wanita." (HR. Muttafaq 'alaih)

Dab rosul shollollohu 'alaih wa sallam bersabda:

وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِى النِّسَاء

"Dan takutlah terhadap kaum wanita, karena sungguh pertama kali fitnah bani Israel adalah karena wanita." (HR. Muslim)

Maka orang-orang yang bertakwa mereka masih dalam bahaya, bagaimana dengan orang-orang yang ada di bawah mereka?! Dari kalang orang-orang yang lemah imannya apabila bercampur dengan mereka, berduaan dengan mereka di kantor-kantor atau lainnya?!
Tidakkah mereka takut kepada Alloh subhanahu wa ta'ala?! Tidakkah mereka takut akan siksaan yang pernah terjadi pada bani Israel oleh karena para wanita mereka, dan melunakkan mereka kepada syariat Alloh Azza wa Jalla?! Apabila Alloh Jalla wa 'Alaa telah memilihkan untuk wanita agar tinggal dirumahnya, dan sholat di rumahnya, tidak keluar menuju masjid untuk menunaikan sholat; bagaimana jika keluarnya untuk bekerja?!

Dan nabi shollollohu 'alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَمْنَعُوا إِمَاءَ الله مَسَاجِدَ الله، وَبُيُوتُهُنَّ خَيرٌ لَهُنَّ

"Jangan kalian melarang hamba-hamba (wanita) Alloh ke masjid-masjid Alloh, namun rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka." (HR. Abu Daud, dan dishohihkan oleh syaikh al-Albani. Lihat Irwaul gholil -no. hadits: 515)

Yakni sholat mereka di rumah-rumah mereka adalah lebih baik bagi mereka dari sholat-sholat mereka di masjid-masjid; apabila rumah seorang wanita lebih utama dari masjid untuk menunaikan sholat; bagaimana dengan amalan duniawi yang menjadikan mereka keluar dari rumahnya ialah karena hasrat kepada beberapa dirham, atau yang berhasrat akan hal itu adalah wali-nya dan yang membujuknya untuk seperti itu hingga mendatangkan beberapa dirham tanpa melihat kepada bahaya yang menghadangnya pada kehormatannya, dan kesuciannya!
Maka hendaknya mereka-mereka bertakwa kepada Alloh!

  • Mereka mennyerukan agar para wanita diberi ijin mengemudi!
 Mengemudikan mobil adalah perkara yang mubah (boleh); dari sisi: menghidupkannya, menggerakkannya, dan menaikinya; ini adalah perkara yang mubah akan tetapi lihatlah kepada apa yang dihasilkan dari wanita mengemudikan mobil dari berbagai bahayanya!

Seorang wanita apabila diberi mobil dia menjadi bebas dan wali-nya tidak dapat berbicara apa-apa padanya, dan tidak kuasa; bahkan dia akan keluar di siang dan malam hari, dia hidupkan mobilnya dan pergi, dan dia akan membawa serta siap saja yang dia mau dari para laki, dan terkadang ada beberapa kaum laki yang memberhentikannya untuk bisa naik bersamanya; boleh jadi dengan santun maupun dengan memaksa, mereka naik mobil bersamanya, mereka menawarkan diri kepadanya; karena tidak ada yang menjaganya, dan dia hanyalah seorang wanita yang lemah!

Bukankah ini sudah cukup untuk menjadi alasan akan bahayanya bagi wanita untuk mengendarai mobil?! Dia keluar dari penjagaan walinya, dan dia bebas di luar kapan pun dia mau, dan dia bisa menelpon orang-orang jahat tadi di atas ranjangnya, kemudian pergi menemui mereka, menghidupkan mobilnya, menjumpai mereka dan mereka pun menyambutnya?! Apakah kaum muslimin tidak takut dari yang demikian?! Apakah hal ini mustahil terjadi?! Yang demikian demi Alloh terjadi dan banyak terjadi!

Seorang wanita kendati di bawah kendali walinya dan di bawah pengawasan kaum laki; kalian tahu permasalahan apa saja yang muncul; bagaimana jika diberi kebebasan, dan dibiarkan mengendarai mobilnya?!

Apa pandangan kalian jika di tengah jalan terjadi sesuatu; siapakah yang akan mengurusnya?! Dia akan dikelilingi para lelaki, orang-orang yang lewat, dan para supir yang tidak bersama mahromnya dalam kondisi sulit seperti ini?!

Apabila terjadi mogok pada mobilnya; bukankah dia akan pergi ke bengkel mobil sendirian? Sedangkan bengkel-bengkel mobil dipenuhi oleh srigala-srigala manusia!

Maka bahaya dalam hal ini banyak sekali! Maka kaum muslimin terhadap tipu daya seperti ini hendaknya waspada!

Mereka tidak bertujuan hanya semata-mata kaum wanita mengendarai mobil saja; akan tetapi yang mereka inginkan adalah kerusakan-kerusakan yang dihasilkan dari mengemudi, mereka memaksudkan ini, dan kita jangan tertipu dengan kebid'ahan mereka yang menyesatkan, dan wanita butuh untuk bisa mengendarai mobil, dan bahwasanya wanita mengendarai mobil adalah lebih utama dari pada kita menyiapkan seorang supir asing; ya subhanalloh! Yakni menggunakan supir asing lebih banyak bahayanya dari para wanita membawa mobil sendiri?! Ya..mempekerjakan supir asing mengandung bahaya, akan tetapi bahayanya wanita mengemudi mobil lebih besar dan lebih kuat! Sebagaimana dikatakan pada sebuah kaidah bahwa: 

"Mencegah kerusakan lebih didahulukan atas mencari kemanfaatan."

دَرْءُ المَفَاسِدِ مُقَدَّمُ عَلىَ جَلْبِ المَصَالِحِ



Dan juga:


ارْتِكَابِ أَخَفِّ الْضَرَرَيْنِ وَاجِبٌ لِدَفْعِ أَعْلاَهُمَا


"Mengambil kerusakan yang lebih ringan dari di antara dua kerusakan adalah wajib untuk mencegah yang lebih berat dari keduanya."

Hendaknya mereka berfikir!

  • Mereka menuntut agar wanita keluar di media-media periklanan bersama kaum laki di depan televisi atau bioskop.
Wallohu a'lam apa yang terjadi pada tempat-tempat tersebut dari: berduaan, kelakar, canda, maupun percampuran lawan jenis, kemudian mereka menampakkannya di hadapan orang-orang di dalam televisi ini, atau menghadirkan suara-suara wanita di media periklanan! Maka apa yang akan terjadi?

Seorang wanita manakala berduaan dengan seorang laki, atau menampakkan kecantikannya di hadapan seorang laki, maka bahayanya hanya sebatas pada keduanya; akan tetapi jika munculnya di hadapan media periklanan maka jadilah bahayanya bagi semua umat! Bagi yang melihatnya dan yang mendengarnya! Dan bahayanya menjadi lebih besar di media periklanan! Maka wajib bagi kaum muslimin untuk waspada dari yang demikian, dan untuk waspada terhadap tipu daya musuh mereka, dan agar jangan tertipu dengan seruan-seruan ini!

Written by : Muslimah - Berilmu, beramal dan berakhlak karimah

Kami memberikan ijin sepenuhnya kepada Anda yang berminat untuk mengutip sebagian atau keseluruhan dari kontents blog ini dengan tanpa mengurangi, menambahkan atau merubahnya dan dengan tetap memberikan sumber penukilannya. Keluhan bisa Anda alamatkan kepada Kami di: ummu_abduh@yahoo.com

Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

0 komentar:

Posting Komentar